Secangkir Teh Hangat Disore Hari

cup-of-teaJikalau ada yang memberi ku suatu pertanyaan, “kamu termasuk tim pencinta teh atau pecinta kopi?” Dengan cepat aku menjawab, AKU TIM PENCINTA TEH HANGAT YANG DINIKMATI DISORE HARI BERSAMA KELUARGA DI RUMAH.

Secangkir teh hangat disore hari sungguh bisa memberikan kami suatu kekuatan yang tidak bisa kami dapatkan dimana saja kecuali secangkir teh hangat bikinan ibu yang dinikmati disore hari bersama keluarga di rumah. Bahkan ketika dek Farid tidak bisa pulang ke rumah dalam seminggu dan ketika dia mendapat kesempatan pulang, dia selalu bilang “ah sudah tak seabad minum teh hangat buatan Ibu”.

Ada nikmat yang tidak bisa kami gambarkan.

Ada perasaan luar biasa yang tidak bisa kami gambarkan.

Disaat kami minum teh hangat bersama, selalu saja kami berbincang-berbincang, saling berbagi kisah kami satu sama lain, melontarkan candaan dan yang aku ingat aku selalu mendapatkan pelajaran setelahnya.

Saat itu kami sekeluarga berkumpul menikmati teh hangat dan singkong goreng keju. Di depan kami ada TV menyala yang sering kali tidak kami gubris karena kami asyik mengobrol dan bercanda tawa. Tapi, suatu ketika tiba-tiba ada sebuah tayangan yang menampilkan program tentang masa kecil artis yang sedang terkenal. Kemudian sang pemandu acara bilang bahwa masa kecil adalah masa paling bahagia karena saat itu kita masih polos dan kita belum sama sekali mengerti kejamnya dunia ini.

Kemudian Ibu bertanya, “kapan kamu merasa bahagia?”

Aku??

Kapan aku merasa bahagia??

Apakah ketika bersama kalian (keluarga) aku bahagia??

Apakah bersama sahabat ku aku merasa bahagia??

Apakah ketika aku sendiri aku merasa bahagia??

Apakah ketika aku kecil aku merasa bahagia??

Apakah ketika aku semakin dewasa aku merasa bahagia??

Setelah mendapatkan pertanyaan yang belum bisa aku jawab, aku kemudian menyadarinya.

Aku menyadarinya bahwa selama ini jawaban yang aku butuhkan sebenarnya sudah ada di depanku. Aku terlalu jauh berpikir tentang kapan aku merasa bahagia. Karena saat ini, detik ini dan waktu ini aku merasa bahagia

Bahagia dengan yang aku miliki walaupun aku tau masih banyak kekurangan yang aku miliki juga.

Bahagia dengan orang-orang disekitarku yang selalu mendukung aku walaupun dengan segala keterbatasanku. Mulai saat itu, aku harus menikmati segala momen yang aku lewati dengan cara bersyukur. Aku harus bersyukur dengan setiap apa yang terjadi padaku. Karena ada yang pernah bilang padaku bahwa bersyukur adalah cara yang paling tepat untuk bahagia.

Mungkin sekarang kami sudah jarang menikmati secangkir teh hangat bersama lagi, tapi ketika kami mendapat kesempatan itu kami akan menggunakan waktu sebaik-baiknya seperti saat itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s