Ketika kepercayaan itu hilang

Ketika mereka tidak mempercayaimu lagi,

Sungguh sangat menyakitkan ketika orang yang sangat kita sayangi sudah tidak mempercayaimu.

Mereka meragukanmu.

Tanpa memberi alasan yang jelas mereka meragukanmu.

Mengapa?

Kamu butuh alasan itu.

Ada kalanya dimana kamu dituntut oleh mereka melakukan suatu hal tapi mereka sendiri telah meragukanmu. Mereka tidak yakin atas kemanpuanmu. Mereka tidak mempercayaimu.

Bukankah kamu butuh dorongan dari mereka?

Tapi, sesungguhnya yang lebih menyakitkan adalah ketika mereka percaya bahwa materi merupakan satu-satunya dorongan dari mereka.

Mereka seakan lepas tanggung jawab kalau sudah mengeluarkan materi.

Kamu seakan ingin berteriak bahwa materi bukanlah segalanya. Kamu butuh dorongan mental.

Kamu butuh seseorang yang bisa bilang “Hey, ayo semangat! Kamu pasti bisa!” Atau “Ayo jangan putus asa, tetap berusaha ya!” Atau juga “Sabar ya, kegagalan itu biasa. Yang penting kamu tetap berdoa dan berusaha ya.”

Kamu hanya minta itu, sederhana bukan?

Tapi, mereka belum mengerti juga.

Yang mereka tahu hanya kamu sudah tidak mampu melakukan hal itu.

Tapi kamu juga tidak bisa melakukan apa-apa karena kamu seakan dianggap seperti butiran debu.

Menyakitkan bukan?

Dan sekarang kamu menyadarinya bahwa kepercayaan itu sangatlah mahal harganya.

Sekarang yang kamu tunggu adalah sebuah kepercayaan dari orang lain. Kamu  harus berjanji pada dirimu sendiri untuk menggunakan kepercayaan tersebut sebaik-baiknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s