Bisakah Tinggal?

Iit Sibarani | Akar Pikiran

lama sekali jendela itu tertutup. seorang perempuan, mengunci diri dengan gelap yang bergelantungan di setiap sudut ruang. sebuah pintu juga telah hilang guna, dengan kunci yang ia remukkan di dada.

pada april ke lima belas di abad dua puluh, sebuah sinar memaksa masuk dari sudut jendela. menggoda perempuan itu dengan banyak tawa dan harap. tanpa ia sadar, inginnya untuk menutup rapat jendela perlahan kandas. ia membuka dan mengintip dari belakang tirai kamar, sebuah cahaya tiba serupa apa yang telah lama ia pinta dalam doa. begitu indah, hingga membawanya kembali pada alunan indah ayat suci yang lama ia lupakan.

ia tak sadar, ia jatuh cinta.

bukan karena pesona, tapi ialah karena cahaya itu menghangatkan apa-apa yang telah lama beku tak berkesudahan. ia tak sadar, ia jatuh cinta, hingga airmata menjadi pengingat segala yang ia pikir tak pernah ada.

betapa ia tahu diri betapa usang bergelayutan di dinding-dinding rumah, dan hanya cahaya…

View original post 118 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s