Kanvas Berwajah Malam

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Cillaheliosn2 Final

Apa yang kau tahu perihal semestaku, tuan? Ketika dadaku kau sesaki dengan tanda Tanya yang berkepanjangan, dan musim-musim yang kerap tak pernah menjanjikan pagi di esoknya. Di mataku, dunia tak lagi berwarna, hanya ada hitam dan putih yang menjelma menjadi apa saja; meski mereka bilang, kanvasku berwarna paling indah yang pernah ada.

Jika saja sabar masih kau dekap, barangkali tak perlu kupatahkan langkah; dan tak ada kata sia-sia dalam penantian. Jika saja aku yang mampu membuatmu bertahan, barangkali tak kan ada hati lain yang kau puja. Jika saja kita yang kau inginkan, barangkali tak perlu banyak jika yang menghajar habis kepalaku paling malam.

Aku bukanlah perempuan yang pandai memuja apa-apa yang kau punya, bukan juga perempuan yang menghiasi wajah dengan banyak rupiah; namun, doaku tak pernah kandas, meski seringnya genggamanku yang kau lepas.

Habis sudah inginku atas kita. Bukan, bukan karena cintaku akanmu telah tutup usia; ialah sebab cintaku yang…

View original post 94 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s