Taman Bunga yang Patah

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Stupid Room - Jahoya Dress

hatinya pernah secantik taman bunga, dipenuhi bunga berwarna merah muda. ia bahkan menaruh isi kepalanya pada akar yang menjalar perut bumi di dalam sana. hingga sebuah pohon tumbuh dengan sempurna, menjadikan apa-apa yang ada di sekelilingnya ikut merendah.

ia pernah secantik bunga, namun tak pernah sesempurna apa yang ada di luar sana.

malam tak pernah datang tiba-tiba, ia tahu kelak akan datang waktunya. bunga-bunganya mulai layu serupa senyuman nenek tua, daunnya pun mulai menjelma burung-burung yang mencari sangkar lainnya. hatinya patah, dan tak lagi seindah taman bunga.

tak sekali ia mencari cara, perempuan itu pun ingin meski hanya sekali merasakan bahagia. perlahan ia mulai bangkit dari gulita di kepalanya, mencoba lebih banyak memfungsikan telinga daripada lidah, dan mengulurkan tangannya untuk membantu siapa saja. baginya, bahagia bisa didapatkan dengan berbagai cara; meski dengan membahagiakan siapa saja yang membutuhkan.

senyumnya perlahan merekah, mengira rasa sakit telah sirna sempurna. tak ada waktu yang…

View original post 79 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s