Kereta Tua

Iit Sibarani | Akar Pikiran

image

kita tak ubahnya serupa kereta tua, yang diwarna berulang demi memanjakan isi kepala dan mata. tak peduli sehebat apa kala usia masih dalam hitungan, waktu selalu dapat melumpuhkan apa-apa yang pernah dibanggakan.

kita ialah kereta tua pada kelas menengah ke bawah, dengan mesin yang tak lagi muda, namun berharap membantu mereka yang menahan rasa lapar demi mencapai tujuan, atau setidaknya menjadi ingatan panjang bagi siapapun yang hanya ingin menukar malam dengan isi celana mereka.

kita kan terus menaruh kepala di depan, melupa bahwa warna hanya mengubah karat menjadi tak terlihat –bukan mengubah mesin yang perlahan merenta sebab putaran jam dan luka yang kerap dibiarkan ada. pada stasiun di mana lampu-lampu telah dimatikan, akhirnya langkah kita terhenti sebab kesedihan-kesedihan yang tak juga menua. kita menjadi penyebab utama amarah mereka –manusia dengan masing-masing keinginan, yang tak peduli kecemasan kerap mengubah diri menjadi hujan tak berkesudahan di dada kita–, sebab air mata kita…

View original post 110 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s