Sekali Lagi

Iit Sibarani | Akar Pikiran

redflowerskirtfinal - @altair_shop

tak ada jalan yang tak ingin tak kau lewati. dengan sepasang kaki dan sepasang hati yang kiranya kau pikir akan menjadi lebih baik. kau adalah perempuan yang kerap menikmati rasa getir, sebab kau percaya bahwa kebahagiaan ialah milik masing-masing takdir.

kemudian kau bertemu laki-laki yang membuatmu jatuh hati. membuatmu banyak dan sedikit berpikir, membiarkan hatimu melayangkan banyak doa dan ingin. kau menggenggam jemarinya, sebab kau percaya padanya; bahwa cintamu akan dijaga dengan baik. ratusan bahkan ribuan mil tak kan membuat nyalimu kerdil, jika ada ia yang kau pikir juga mencintai.

kau tahu, bahwa bukan perkara mudah jatuh hati. sebab, sudah tak terhitung dengan jemari, sudah berapa banyak hatimu patah berulang kali. namun kau percaya, mencintai butuh keberanian serupa permainan catur yang tak juga kau mengerti; jika sekali saja salah langkah, kau bisa kapan saja mati.

perlahan namun pasti, genggamannya semakin melemahkan denyut nadi; ia menunjukkan jati diri yang tak pernah…

View original post 83 more words

Advertisements

Kanvas Berwajah Malam

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Cillaheliosn2 Final

Apa yang kau tahu perihal semestaku, tuan? Ketika dadaku kau sesaki dengan tanda Tanya yang berkepanjangan, dan musim-musim yang kerap tak pernah menjanjikan pagi di esoknya. Di mataku, dunia tak lagi berwarna, hanya ada hitam dan putih yang menjelma menjadi apa saja; meski mereka bilang, kanvasku berwarna paling indah yang pernah ada.

Jika saja sabar masih kau dekap, barangkali tak perlu kupatahkan langkah; dan tak ada kata sia-sia dalam penantian. Jika saja aku yang mampu membuatmu bertahan, barangkali tak kan ada hati lain yang kau puja. Jika saja kita yang kau inginkan, barangkali tak perlu banyak jika yang menghajar habis kepalaku paling malam.

Aku bukanlah perempuan yang pandai memuja apa-apa yang kau punya, bukan juga perempuan yang menghiasi wajah dengan banyak rupiah; namun, doaku tak pernah kandas, meski seringnya genggamanku yang kau lepas.

Habis sudah inginku atas kita. Bukan, bukan karena cintaku akanmu telah tutup usia; ialah sebab cintaku yang…

View original post 94 more words

di antara

Iit Sibarani | Akar Pikiran


tak ada yang mampu menjamin, bahwa cinta tak kan menyakiti bagi siapapun yang menerimanya —sebaik apapun cinta itu diberikan. tak juga ada yang mampu menjamin, cinta tak kan menyakiti bagi siapapun yang memberikannya —sebaik apapun cinta itu diciptakan.
bukan inginnya tuk berada di antara apa-apa yang begitu ia benci dan apa-apa yang selamanya kan ia cintai. bukan pula inginnya, menyayat belati di nadi seorang laki-laki; sedang ia merasa lebih mati dari ia yang disakiti.
tibalah perempuan ini pada sebuah hari-hari yang kerap membuat dirinya mencaci diri; di mana setiap malam ia lewati dengan mencemaskan esok hari, menanti pagi dengan berharap kecemasan kan membunuh dirinya sendiri. terkadang ia lupa, bahwa cemas tak kan berakhir hingga ia mengikhlaskan apa-apa yang sejatinya harus terjadi.
malam tak pernah menua di kepalanya, meski pagi ialah apa yang kerap ia sebut dalam doa-doa. di dadanya, ia kerap percaya, doa tak kan pernah sia-sia dan ia hanya…

View original post 145 more words

Bisakah Tinggal?

Iit Sibarani | Akar Pikiran

lama sekali jendela itu tertutup. seorang perempuan, mengunci diri dengan gelap yang bergelantungan di setiap sudut ruang. sebuah pintu juga telah hilang guna, dengan kunci yang ia remukkan di dada.

pada april ke lima belas di abad dua puluh, sebuah sinar memaksa masuk dari sudut jendela. menggoda perempuan itu dengan banyak tawa dan harap. tanpa ia sadar, inginnya untuk menutup rapat jendela perlahan kandas. ia membuka dan mengintip dari belakang tirai kamar, sebuah cahaya tiba serupa apa yang telah lama ia pinta dalam doa. begitu indah, hingga membawanya kembali pada alunan indah ayat suci yang lama ia lupakan.

ia tak sadar, ia jatuh cinta.

bukan karena pesona, tapi ialah karena cahaya itu menghangatkan apa-apa yang telah lama beku tak berkesudahan. ia tak sadar, ia jatuh cinta, hingga airmata menjadi pengingat segala yang ia pikir tak pernah ada.

betapa ia tahu diri betapa usang bergelayutan di dinding-dinding rumah, dan hanya cahaya…

View original post 118 more words

Takut

Iit Sibarani | Akar Pikiran

mencari, berlari kemudian pergi
mencari hati penuh kasih tanpa terbagi
berlari dari pahit nyata kelak mungkin saja kan terjadi
pergi seolah tiada lagi berarti

apa yang sebenarnya ia cari?
satu hati telah menghampiri tuk siap mencintai
memberi apa yang ia cari
namun ia malah berhenti

takut berkuasa atas lalu kan terulang lagi
alkisah cinta yang penuh misteri
yang terkhianati dan kemudian pergi tanpa arti

takut untuk pulih dan mencintai
tanya hati tanpa jawaban pasti
atau janji terpatri kan terkhianati kembali
ia takut, hati kan jatuh dan kemudian mati (lagi)

ataukah selama ini,

hati memang telah lama mati?

atau ini hanya ketakutannya sendiri?

View original post

Kontradiksi Hati

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Alkisah seorang gadis kecil yang pernah mencintai sepenuh hati namun terkhianati dan ditinggal pergi. Yang kemudian perlahan mati karena dirinya sendiri.

Ia hanyalah gadis bodoh yang hidup dalam dimensi kisah dongengnya. Yang terjebak dalam dunia naga yang kemudian jatuh hati pada pangeran tampan dengan kuda putihnya yang menyelamatkannya dari kutukan sang penyihir jahat. Cintanya teramat, pada sosok pangeran tampan. Ia tahu kisah kan berakhir bahagia seperti kisah-kisah dongeng lainnya. Jatuh cinta – bahagia – menikah – selesai.

Namun ia lupa, ia hidup di dunia nyata yang kejam dan jauh dari akhir bahagia. Nyatanya cintanya terkhianati oleh sesorang yang ia anggap segalanya. Seseorang yang begitu hebat dimatanya. Seseorang yang tidak pernah mencintai, seperti ia mencintai. Seseorang yang pernah datang, kemudian pergi. Lalu kembali pada detik ia hampir pulih, namun cintanya tak pernah berpaling. Ia masih mencintai, persis seperti pertama kali. Ia lemah pada hati yang memang telah terlahir untuk satu nama…

View original post 369 more words

Pertama

Kamu tahu?

Kamu adalah orang pertama yang diam-diam selalu aku sebut dalam doaku.

Untuk saat ini aku berterima kasih karena kamu telah menjadi orang pertama yang bisa membuatku yakin dan percaya apa itu ketulusan.

Terima kasih telah menjadi orang pertama yang mengajariku tentang arti sebuah semangat dan komitmen.

Terima kasih telah menjadi orang pertama yang mengajariku tentang bagaimana selalu bersikap dan berpikir positif.

Terima kasih telah menjadi orang pertama yang mengajariku tentang bagaimana menjadi orang yang baik dan ikhlas dalam melakukan pekerjaan.

Karena yang pertama adalah yang selalu kuingat dan tak akan pernah aku lupakan.

Terima kasih untuk menjadi yang pertama dalam hal yang sangat penting dalam hidupku.